Berita Pemilu

Partai Islam disarankan koalisi Poros Tengah II

Partai Islam disarankan koalisi Poros Tengah II

Sindonews.com - Gaung partai-partai Islam di tengah masyarakat selama dua periode pemerintahan tidak begitu menonjol. Di dua masa periode pemerintahan, partai-partai Islam dianggap mengalami krisis.

Masyarakat menyarankan partai-partai Islam berkoalisi untuk mendapatkan peluang lebih besar dalam Pemilu 2014 mendatang. Hal ini terlihat dalam survei yang dilakukan oleh Political Communication Istitute (Polcomm).

"Publik melihat bahwa koalisi partai Islam merupakan jawaban dari krisis yang menerpa partai-partai Islam," kata Direktur Political Communication Istitute Heri Budianto di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2014).

Dijelaskan Heri, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 15 Januari-15 Februari 2014 menyatakan, publik menginginkan partai Islam melakukan koalisi membentuk Poros Tengah jilid II.

Sebanyak 45 persen responden menyarankan partai Islam berkoalisi, sebanyak 28,4 persen menyatakan tidak tahu, dan 26,2 persen menyatakan tidak perlu.

"Mayoritas publik memberikan alasan bahwa Poros Tengah jilid II mampu menyatukan suara umat Islam," tegasnya.

Survei yang dilakukan Polcomm Institute ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung di 29 Provinsi, tidak mencakup wilayah Papua, Papua Barat, NTT, Bali dan Sulut.

Jumlah responden sebanyak 1.200 orang dari populasi seluruh warga negara Indonesia yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dengan metode multistage random sampling dan margin of error ± 3,1 persen, tingkat kepercayaan 96,9 persen.

Menurutnya, informasi ini harus diketahui oleh pimpinan partai politik (parpol) yang berbasis Islam. "Kalau elite tidak diberikan informasi terkait keinginan publik, mereka tidak tahu," tukasnya.

 

(hyk)